Mengenal Expected Assists dan Penggunaannya dalam Analisis Pemain

Kalau statistik sepak situs judi bola cuma melihat jumlah assist, ada banyak cerita yang bisa kelewat. Seorang pemain bisa membuat lima assist dalam satu musim, sementara pemain lain punya angka assist lebih rendah tetapi sebenarnya jauh lebih sering menciptakan peluang berbahaya.

Nah, di sinilah expected assists atau xA mulai menarik perhatian.

Angka ini mencoba melihat kualitas peluang yang diciptakan seorang pemain, bukan cuma apakah rekan setimnya berhasil menyelesaikan peluang tersebut. Jadi, ketika seorang gelandang memberikan umpan matang lalu striker malah menendang melebar, kontribusi pembuat peluang itu tidak otomatis dianggap “nggak jadi”.

xA membantu kita melihat sisi lain dari proses menciptakan peluang.

Buat yang suka membedah performa pemain lebih dalam, statistik ini bisa jadi alat yang lumayan powerful. Tapi tentu saja, xA juga perlu dibaca dengan konteks. Jangan sampai satu angka langsung dijadikan vonis bahwa seorang pemain bagus atau jelek.

Apa Sebenarnya yang Diukur oleh Expected Assists?

Expected assists pada dasarnya memperkirakan kemungkinan sebuah umpan menghasilkan assist berdasarkan kualitas peluang yang tercipta setelah umpan tersebut.

Misalnya ada pemain mengirim umpan kepada striker yang kemudian mendapatkan peluang satu lawan satu dengan kiper.

Peluang tersebut memiliki kemungkinan dikonversi menjadi gol yang cukup besar.

Sebaliknya, pemain lain mungkin memberikan umpan kepada rekannya yang hanya bisa menembak dari jarak jauh dengan sudut sempit. Nilai xA dari umpan tersebut biasanya jauh lebih rendah.

Jadi, yang diperhatikan bukan cuma “assist atau bukan”.

Yang dilihat adalah kualitas peluang yang lahir dari umpan tersebut.

Itulah kenapa xA bisa memberikan gambaran lebih detail tentang kreativitas pemain.

Kenapa Assist Biasa Kadang Bisa Menipu?

Assist sangat bergantung pada pemain yang menerima bola.

Bayangkan seorang gelandang mengirim lima umpan yang menghasilkan peluang emas. Namun striker di depannya sedang apes dan hanya mencetak satu gol dari peluang tersebut.

Secara statistik, gelandang itu mungkin cuma mendapatkan satu assist.

Tapi kalau peluang yang dia ciptakan punya kualitas tinggi, angka xA-nya bisa jauh lebih besar.

Sebaliknya, pemain bisa saja memiliki banyak assist karena bermain bersama penyerang yang sedang sangat tajam.

Artinya, jumlah assist tidak sepenuhnya menggambarkan kualitas pencipta peluang.

xA mencoba memberikan sudut pandang tambahan dengan memisahkan kualitas umpan dari keberhasilan penyelesaian akhir.

Cara Membaca Angka xA

Misalnya seorang pemain memiliki xA 8,0 dalam satu musim, tetapi assist aktualnya hanya 4.

Secara sederhana, data tersebut menunjukkan bahwa peluang yang dia ciptakan diperkirakan memiliki nilai total sekitar delapan assist berdasarkan model yang digunakan, sementara rekan setimnya hanya berhasil mengubah sebagian peluang itu menjadi assist aktual.

Sebaliknya, kalau seorang pemain memiliki xA 4,0 tetapi menghasilkan delapan assist, ada kemungkinan peluang yang dia ciptakan diselesaikan dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi daripada ekspektasi model.

Namun jangan buru-buru menyebut salah satunya lebih hebat.

Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi kualitas pemain yang menerima umpan, jenis peluang, sistem permainan, bahkan periode pertandingan yang dianalisis.

xA adalah petunjuk, bukan hasil akhir yang berdiri sendirian.

Dari Mana Nilai xA Berasal?

Model expected assists biasanya menggunakan informasi tentang peluang yang muncul setelah sebuah umpan.

Variabel yang dipertimbangkan bisa berbeda tergantung penyedia data dan model yang digunakan.

Beberapa sistem dapat mempertimbangkan lokasi tembakan, jenis umpan, situasi permainan, bagian tubuh yang digunakan untuk menyelesaikan peluang, atau karakteristik lain yang tersedia dalam dataset.

Karena itu, angka xA dari dua platform statistik belum tentu identik.

Ini penting banget.

Kalau melihat angka xA dari sumber berbeda, jangan langsung membandingkannya tanpa mengetahui metode penghitungan yang digunakan.

Model statistik bukan satu rumus universal yang selalu menghasilkan angka sama.

xA Membantu Menilai Kreator yang Kurang Beruntung

Ada pemain yang kelihatannya tidak produktif karena assist-nya sedikit.

Padahal, setelah diperiksa lebih dalam, dia sering menciptakan peluang berkualitas.

Misalnya winger berkali-kali mengirim cutback ke area berbahaya. Rekan setimnya mendapat kesempatan menembak, tetapi finishing-nya kurang oke.

Kalau hanya melihat assist, kontribusi winger tersebut bisa terlihat biasa saja.

xA memberikan lapisan informasi tambahan.

Kalau angka xA-nya tinggi, kita mendapat petunjuk bahwa pemain tersebut memang sering menciptakan peluang bagus meskipun hasil akhirnya belum selalu mengikuti.

Ini berguna terutama ketika mengevaluasi pemain dalam periode yang relatif pendek.

Bedakan Kreativitas dari Keberuntungan

Salah satu hal menarik dari xA adalah kemampuannya membantu memisahkan proses dan hasil.

Seorang pemain bisa mencatat banyak assist karena rekan setimnya sedang sangat klinis.

Pemain lain mungkin punya sedikit assist karena finishing rekan-rekannya sedang buruk.

Dengan membandingkan assist aktual dan xA, analis bisa melihat apakah hasil akhir sejalan dengan kualitas peluang yang diciptakan.

Tapi lagi-lagi, ini bukan alat untuk menentukan siapa yang “beruntung” secara mutlak.

Performa pemain yang menerima bola tetap berpengaruh.

Kalau sebuah tim punya striker berkualitas tinggi, peluang dengan nilai xA tertentu mungkin lebih sering berakhir menjadi gol dibandingkan tim yang finishing-nya kurang konsisten.

xA Tidak Sama dengan Jumlah Key Pass

Ini juga perlu dibedakan.

Key pass biasanya menghitung umpan yang langsung menghasilkan tembakan untuk rekan setim.

xA mencoba memberikan nilai kualitas pada peluang yang dihasilkan dari umpan tersebut.

Misalnya dua pemain sama-sama mencatat sepuluh key passes.

Kelihatannya sama.

Tapi pemain pertama mungkin menghasilkan peluang dari tembakan jarak jauh, sedangkan pemain kedua berkali-kali memberikan umpan yang membuat rekannya berhadapan langsung dengan kiper.

Jumlah key pass sama.

Kualitas peluangnya bisa berbeda jauh.

Di situlah xA memberikan informasi tambahan.

Cocok untuk Membandingkan Peran Pemain

xA juga bisa membantu memahami peran seorang pemain dalam sistem.

Gelandang serang mungkin memiliki xA tinggi karena sering berada di area kreatif dan memberikan umpan terakhir.

Winger bisa memiliki xA tinggi karena sering melakukan crossing atau cutback.

Full-back juga bisa menghasilkan xA signifikan kalau sistem tim membuatnya sering melakukan overlap dan mengirim umpan ke kotak penalti.

Dengan melihat xA bersama posisi dan peran taktis, kita bisa memahami bagaimana seorang pemain berkontribusi dalam proses serangan.

Jadi, angka yang sama tidak selalu memiliki makna yang sama untuk setiap posisi.

Jangan Lupa Melihat Menit Bermain

Ada satu kesalahan umum ketika membandingkan statistik pemain: hanya melihat total angka.

Pemain A memiliki xA 7,0.

Pemain B punya xA 5,0.

Sekilas A terlihat lebih kreatif.

Tapi bagaimana kalau A bermain 3.000 menit sementara B cuma bermain 1.500 menit?

Perbandingannya jadi kurang adil.

Karena itu, analis sering menggunakan metrik per 90 menit untuk memberikan konteks tambahan.

xA per 90 bisa membantu melihat seberapa sering seorang pemain menghasilkan nilai peluang selama durasi bermain yang relatif sama.

Tetap saja, metrik per 90 juga harus dibaca hati-hati karena pemain dengan menit bermain sedikit bisa menghasilkan angka ekstrem akibat sampel yang kecil.

Sistem Tim Bisa Mempengaruhi xA

Pemain tidak bermain dalam ruang hampa.

Sistem tim punya pengaruh besar terhadap peluang menciptakan assist.

Tim yang sering melakukan crossing tentu memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain sayap untuk menghasilkan xA dari umpan silang.

Tim yang mengandalkan kombinasi umpan pendek di tengah mungkin menghasilkan pola xA yang berbeda.

Begitu juga pemain yang mengambil bola mati.

Kalau seorang pemain menjadi eksekutor corner dan free kick, peluang xA-nya bisa meningkat karena dia mendapatkan banyak kesempatan mengirim bola ke area berbahaya.

Karena itu, membandingkan xA pemain dari sistem berbeda membutuhkan konteks.

xA Bisa Membantu Proses Scouting

Dalam scouting, statistik seperti xA dapat digunakan untuk mencari pemain yang punya kemampuan menciptakan peluang.

Misalnya klub sedang mencari gelandang kreatif.

Daripada hanya melihat jumlah assist, analis bisa melihat xA, xA per 90 menit, jumlah peluang yang diciptakan, lokasi umpan, serta jenis peluang yang dihasilkan.

Setelah itu, data dapat digabungkan dengan video.

Apakah pemain memang punya visi umpan bagus?

Apakah dia mampu menciptakan peluang dari permainan terbuka?

Bagaimana kualitas pengambilan keputusannya?

Dengan pendekatan seperti ini, angka menjadi pintu masuk untuk analisis yang lebih mendalam.

Jangan Menjadikan xA sebagai Angka Sakti

Ini bagian yang paling penting.

xA berguna, tetapi bukan statistik yang bisa menjelaskan seluruh kemampuan seorang pemain.

Seorang gelandang mungkin punya xA tinggi, tetapi kontribusi defensifnya rendah.

Winger mungkin punya xA bagus, tetapi jarang membantu ketika tim kehilangan bola.

Striker bisa memiliki xA tinggi jika dia sering menjadi pemberi umpan, tetapi itu belum menjelaskan kualitas finishing-nya.

Artinya, xA sebaiknya digabungkan dengan statistik lain.

Progressive passes, shot-creating actions, assist, peluang yang diciptakan, sentuhan di kotak penalti, bahkan data defensif bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap.

Video pertandingan kemudian membantu memastikan apakah angka tersebut masuk akal secara taktis.

Menggabungkan xA dengan Cerita di Lapangan

Statistik paling berguna ketika membantu kita bertanya lebih jauh.

Kalau xA seorang pemain tinggi, kenapa?

Apakah karena dia punya kemampuan umpan terobosan?

Apakah karena sering melakukan crossing?

Apakah karena dia menjadi eksekutor bola mati?

Apakah sistem tim memang sengaja memberinya kebebasan di area kreatif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat analisis menjadi lebih menarik.

Daripada cuma berkata, “Pemain ini punya xA tinggi,” kita bisa menjelaskan bagaimana dia menghasilkan angka tersebut.

Itulah inti penggunaan statistik dalam analisis pemain.

Melihat Pemain dari Proses, Bukan Cuma Hasil

Expected assists memberikan cara pandang yang lebih detail terhadap kreativitas pemain.

Assist aktual menunjukkan hasil akhir dari sebuah peluang.

xA membantu melihat kualitas peluang yang diciptakan sebelum hasil tersebut terjadi.

Keduanya bukan musuh. Justru lebih berguna ketika dibaca berdampingan.

Kalau assist dan xA sama-sama tinggi, kontribusi kreatif pemain terlihat jelas. Kalau xA tinggi tetapi assist rendah, ada pertanyaan menarik tentang penyelesaian peluang rekan setim. Kalau assist tinggi tetapi xA relatif lebih rendah, kita juga perlu melihat konteks bagaimana peluang tersebut tercipta dan diselesaikan.

Pada akhirnya, xA bukan angka untuk membuat penilaian instan.

Ia adalah alat untuk menggali cerita di balik sebuah umpan.

Karena dalam sepak bola, satu passing pendek bisa terlihat biasa saja. Tapi kalau umpan tersebut membelah pertahanan dan membuat striker mendapatkan peluang emas, ceritanya berubah total.

Dan justru detail seperti itulah yang membuat expected assists menarik untuk dipakai saat membedah performa pemain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *